Skip to main content

Pengumuman Jadwal SKD CPNS di Lingkungan Pemerintah Kab. Bandung Formasi Tahun 2019

Pengumuman Jadwal SKD CPNS di Lingkungan Pemerintah Kab. Bandung Formasi Tahun 2019

Bagi pelamar yang telah mengikuti program seleksi penerimaan CPNS di Lingkungan pemerintahan Kabupaten Bandung tahun 2019 serta namanya tercantum pada lampiran dibawah ini yaitu terkait Keputusan Ketua Panitia Seleksi Daerah penerima CPNS di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung tahun 2019

PENGUMUMAN
NOMOR: 811.1/ 61 /Panselda CPNS/2020
TENTANG
JADWAL PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
FORMASI TAHUN 2019

Berdasarkan kepada:
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor
24 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon
Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019;

2. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2019 tentang
Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test Badan
Kepegawaian Negara;

3. Keputusan Ketua Panitia Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019 nomor: 811.1/26/Panselda CPNS/2019 tanggal
30 Desember 2019 tentang Hasil Akhir Seleksi Administrasi Secara Elektronik Penerimaan
CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019;

4. Pengumuman Ketua Panitia Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019 nomor: 811.1/27/Panselda CPNS/2019 tanggal
30 Desember 2019 tentang Penjelasan atas Keputusan Ketua Panitia Ketua Panitia Seleksi
Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019
nomor: 811.1/26/Panselda CPNS/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang Hasil Akhir Seleksi
Administrasi Secara Elektronik Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Bandung Formasi Tahun 2019;

5. Pengumuman Ketua Panitia Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019 nomor: 811.1/53/Panselda CPNS/2020 tanggal
16 Januari 2020 tentang Pengumuman Peserta Kategori P1/TL yang Mengikuti Seleksi
Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019.

6. Surat Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara nomor: 91/1/KR.III/I/2020 tanggal
21 Januari 2020 perihal Jadwal Pelaksanaan SKD CPNS Tahun 2020 di Wilayah Provinsi
Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Pelamar yang mengikuti Seleksi Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Bandung Formasi Tahun 2019 yang namanya tercantum pada Lampiran I Keputusan Ketua
Panitia Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung
Formasi Tahun 2019 nomor: 811.1/26/Panselda CPNS/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang
Hasil Akhir Seleksi Administrasi Secara Elektronik Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019 adalah peserta yang berhak mengikuti ujian Seleksi
Kompetensi Dasar (SKD);

2. Pelamar P1/TL berjumlah 108 (seratus delapan) orang sesuai Pengumuman Ketua Panitia
Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi
Tahun 2019 nomor: 811.1/53/Panselda CPNS/2020 tanggal 16 Januari 2020 tentang
Pengumuman Peserta Kategori P1/TL yang Mengikuti Seleksi Penerimaan CPNS di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019, dengan keterangan sebagai berikut:

a. Dari 108 (seratus delapan) orang P1/TL yang lulus seleksi administrasi, sebanyak
88 (delapan puluh delapan) orang pelamar memilih untuk IKUT UJIAN SKD dan
20 (dua puluh) orang pelamar memilih untuk TIDAK IKUT UJIAN SKD;

b. Dari 88 (delapan puluh delapan) orang yang memilih IKUT UJIAN SKD sebagaimana
dimaksud pada poin a, terdapat 3 (tiga) orang yang kualifikasi pendidikan yang dipakai pada
saat melamar Seleksi CPNS formasi tahun 2019 tidak sama dengan kualifikasi pendidikan
yang dipakai melamar Seleksi CPNS tahun 2018, sehingga nilai yang didapatkan pada SKD
tahun 2018 tidak berlaku/tidak dapat dipakai.

c. Dari 20 (dua puluh) orang yang memilih TIDAK IKUT UJIAN SKD sebagaimana dimaksud
pada poin a, terdapat 1 (satu) orang yang kualifikasi pendidikan yang dipakai pada saat
melamar Seleksi CPNS formasi tahun 2019 tidak sama dengan kualifikasi pendidikan yang
dipakai melamar Seleksi CPNS tahun 2018 sehingga WAJIB hadir dan mengikuti ujian
SKD tahun 2019.

d. Peserta P1/TL yang memilih IKUT UJIAN SKD sebagaimana dimaksud pada poin b, serta
kualifikasi pendidikan yang dipakai pada saat melamar Seleksi CPNS formasi tahun 2019
sama dengan kualifikasi pendidikan yang dipakai melamar Seleksi CPNS tahun 2018 dapat
memilih nilai terbaik antara nilai yang didapatkan pada saat SKD tahun 2018 dengan nilai
SKD 2019 sebagai penentu kelulusan setelah diperingkat dengan seluruh peserta seleksi
CPNS formasi tahun 2019 lainnya.
e. Peserta P1/TL yang memilih IKUT UJIAN SKD sebagaimana dimaksud pada poin b, namun
kualifikasi pendidikan yang dipakai pada saat melamar Seleksi CPNS formasi tahun 2019
tidak sama dengan kualifikasi pendidikan yang dipakai melamar Seleksi CPNS tahun 2018
maka nilai yang digunakan adalah nilai yang didapatkan pada saat SKD tahun 2019.

3. Setiap peserta termasuk peserta P1/TL yang memilih TIDAK IKUT UJIAN SKD tetapi
WAJIB IKUT UJIAN SKD sebagaimana dimaksud pada poin 2 huruf c, diwajibkan mengikuti ujian
SKD sesuai jadwal masing-masing. Apabila peserta yang diwajibkan mengikuti ujian SKD tahun
2019 tidak hadir maka dianggap gugur/TIDAK LULUS SKD;

4. Peserta wajib hadir paling lambat 60 (enam puluh) menit sebelum pelaksanaan ujian SKD dan
diharapkan sudah makan terlebih dahulu. Registrasi ulang, pembubuhan stempel pada kartu
peserta ujian dan pemberian PIN bagi peserta dilakukan oleh Panitia di lokasi ujian sebelum ujian
SKD dimulai. Registrasi ulang atau pemberian PIN dimaksud akan ditutup paling lambat 5
(lima) menit sebelum waktu ujian sesuai sesi masing-masing peserta. Penutupan waktu
registrasi ulang dilakukan secara otomatis melalui sistem yang dibuat oleh Panitia Seleksi
Nasional (Panselnas) dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN RI). Adapun
penandatanganan kartu peserta ujian oleh peserta, penulisan nama peserta ujian di bawah
kolom tanda tangan peserta, penulisan nomor urut absen di area sebelah atas pada
LEMBAR PANITIA UJIAN CPNS dan pemotongan kartu peserta ujian menjadi 2 (dua)
bagian dilakukan secara mandiri oleh masing-masing peserta setelah keluarnya
pengumuman jadwal ujian SKD ini;

5. Peserta yang terlambat melakukan registrasi ulang dianggap tidak hadir sehingga tidak dapat
mengikuti ujian SKD dan dianggap gugur/TIDAK LULUS SKD. Panitia Seleksi Daerah (Panselda)
Kabupaten Bandung tidak berhak memberikan kebijakan lain terkait peserta yang terlambat
melakukan registrasi ulang sehingga setiap peserta dihimbau untuk dapat melakukan registrasi
ulang secara tepat waktu.

6. Peserta P1/TL yang memilih IKUT UJIAN SKD namun tidak hadir atau dianggap tidak hadir
dikarenakan terlambat melakukan registrasi ulang pada waktu ujian SKD, dianggap gugur/TIDAK
LULUS SKD.

7. Jadwal ujian tidak tercantum pada kartu peserta ujian melainkan diumumkan secara rinci melalui
lampiran pada pengumuman ini yang dapat diakses oleh peserta melalui laman
https://bkpsdm.bandungkab.go.id sedangkan lokasi ujian tercantum pada kartu ujian peserta.
Jadwal ujian SKD CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung dilaksanakan
selama 7 (tujuh) hari, dimulai sejak Kamis, 20 Februari 2020 s.d Rabu, 26 Februari 2020
mulai pukul 08.00 s.d 18.00 WIB.

8. Pelaksanaan SKD CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung terbagi atas beberapa
sesi, paling banyak 5 (lima) sesi, dengan pembagian sesi ujian adalah sebagai berikut:
- Hari pertama, Kamis tanggal 20 Februari 2020 sebanyak 4 sesi dimulai pukul 10.00 WIB
- Hari ke-2, Jumat tanggal 21 Februari 2020 sebanyak 4 sesi (tidak ada sesi ke-5)
- Hari ke-3, Sabtu tanggal 22 Februari 2020 sebanyak 5 sesi
- Hari ke-4, Minggu tanggal 23 Februari 2020 sebanyak 5 sesi
- Hari ke-5, Senin tanggal 24 Februari 2020 sebanyak 5 sesi
- Hari ke-6, Selasa tanggal 25 Februari 2020 sebanyak 5 sesi
- Hari ke-7, Rabu tanggal 26 Februari 2020 sebanyak 5 sesi
Setiap sesi ujian SKD dimulai dari sesi ke-1 pukul 08.00 WIB kecuali hari pertama dimulai pada
sesi ke-2 yaitu pukul 10.00 WIB. Khusus untuk hari Jumat, sesi ke-3 dimulai pada pukul 14.00 WIB.

9. Lokasi ujian SKD yaitu di:
Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Telkom (Telkom University)
Jln. Telekomunikasi No. 1, Terusan Buah Batu
Kecamatan Dayeuhkolot
Kabupaten Bandung
Provinsi Jawa Barat
Kode Pos 40257

10. Dihimbau kepada peserta yang telah mengunduh/download kartu peserta ujian yang belum
tercantum lokasi ujiannya agar dapat mengunduh ulang kartu peserta ujian yang telah tercantum
lokasi ujiannya melalui laman: https://sscn.bkn.go.id

11. Peserta ujian SKD dapat mengecek lokasi ujian pada H-7 sebelum lokasi ujian dinyatakan harus
clear dari apapun atau paling lambat tanggal 11 Februari 2020. Pastikan lokasi ujian yang dicek
adalah Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Telkom BUKAN Telkom University
Convention Hall (TUCH). Peserta ujian sebaiknya juga mengecek jarak tempuh dari titik
berangkat ke lokasi ujian dengan memperhitungkan resiko kemacetan lalu lintas untuk dapat
meminimalisir keterlambatan registrasi ulang. Bagi peserta ujian yang tidak memungkinkan untuk
mengecek lokasi maksimal hingga tanggal 11 Februari 2020 untuk mengetahui lokasi ujian
diharapkan dapat mengikuti panduan/tutorial yang akan diinformasikan selanjutnya melalui
media sosial resmi BKPSDM, yaitu:

Instagram : bkpsdmkabbandung
atau dapat diakses melalui tautan:
https://www.instagram.com/bkpsdmkabbandung/?hl=id
Facebook : Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten
Bandung
atau dapat diakses melalui tautan: bit.ly/facebookbkpsdmkabbandung
atau: s.id/FBbkpsdmkabbandung

12. Peserta ujian SKD yang mendapat jadwal ujian hari Minggu tanggal 23 Februari 2020,
khususnya sesi 1 dan sesi 2 dihimbau untuk berangkat lebih pagi dikarenakan kegiatan
masyarakat berupa pasar tumpah di area jalan menuju lokasi ujian tidak dapat dihindari.

13. Peserta ujian SKD yang menggunakan kendaraan bermotor roda 2 (dua) dapat memasuki
lokasi ujian melalui GATE 4 (empat) sedangkan peserta yang menggunakan kendaraan
bermotor roda 4 (empat) dapat memasuki lokasi ujian melalui GATE 3 (tiga). Jika ada
perubahan akan diinformasikan lebih lanjut.

14. Waktu ujian SKD untuk pelamar formasi umum dan formasi disabilitas non tuna netra adalah
90 (sembilan puluh) menit sedangkan bagi pelamar formasi disabilitas tuna netra adalah
120 (seratus dua puluh) menit. Sarana dan prasarana bagi pelamar formasi disabilitas tuna netra
akan disediakan secara khusus oleh Panselda bekerjasama/berkoordinasi dengan Panselnas.

15. Ketentuan atau tata tertib pelaksanaan ujian SKD adalah sebagai berikut:
a. Kewajiban bagi peserta
1) Memperhatikan dengan seksama jadwal ujian SKD yang didapatkan baik hari, tanggal,
sesi, nomor urut absen dan lajur antrian sesuai lampiran jadwal ujian SKD. Kesalahan
peserta dalam memperhatikan jadwal ujian SKD menjadi tanggung jawab peserta itu
sendiri karena peserta tidak dapat berpindah hari, tanggal maupun sesi ujian;
2) Hadir paling lambat 60 (enam puluh) menit sebelum sesi ujian peserta sebagaimana
disebutkan pada poin 4;
3) Melakukan registrasi ulang paling lambat 5 (lima) menit sebelum sesi ujian dimulai.
Penutupan registrasi per sesi atau pemberian PIN peserta ditutup 5 (lima) menit sebelum
dimulai jadwal SKD dan dilakukan secara otomatis oleh sistem.
4) Mengisi daftar hadir yang telah disiapkan oleh Panitia (Panselda) minimal sebanyak
2 (dua) rangkap atau sesuai kebutuhan;
5) Membawa asli KTP elektronik atau asli Surat Keterangan (suket) Pengganti KTP
elektronik yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Bagi
peserta yang tidak membawa KTP elektronik dikarenakan hilang diwajibkan untuk segera
melakukan penggantian KTP elektronik ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
setempat. Apabila hingga jadwal SKD yang telah ditentukan peserta dimaksud tidak
memperoleh Surat Keterangan Pengganti KTP elektronik maka wajib menunjukkan surat
keterangan kehilangan dari kepolisian dan membawa Kartu Keluarga yang mencantumkan
Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan yang terdaftar di SSCN;
6) Peserta yang mengikuti ujian SKD harus sesuai dengan foto yang ada di kartu
peserta. Apabila diketahui peserta menggunakan joki atau pengganti pada saat tes maka
Panitia berhak membatalkan kehadirannya dan dianggap gugur/TIDAK LULUS SKD;
7) Membawa kartu peserta ujian yang ketentuannya sebagaimana telah diinformasikan
melalui Pengumuman Ketua Panitia Seleksi Daerah Penerimaan CPNS di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Bandung Formasi Tahun 2019 nomor: 811.1/27/Panselda
CPNS/2019 tanggal 30 Desember 2019 maupun melalui media sosial resmi BKPSDM,
yaitu:
- kartu peserta ujian diunduh melalui akun masing-masing dari laman:
https://sscn.bkn.go.id
- dicetak berwarna pada kertas ukuran folio/HVS/F4;
- kartu peserta ujian tidak perlu dilaminating;
- ditandatangani menggunakan tinta hitam pada kolom tanda tangan peserta dan
dibubuhi nama jelas yang ditulis menggunakan huruf kapital;

- khusus pada bagian LEMBAR PANITIA UJIAN CPNS, setiap peserta diharuskan
untuk menuliskan nomor urut absen di bagian atas (area kosong di sebelah atas
kartu LEMBAR PANITIA UJIAN CPNS). Nomor urut absen dimaksud dapat dilihat
pada kolom 7 lampiran jadwal SKD. Contoh cara penulisan nomor urut absen akan
dijelaskan lebih lanjut melalui media sosial resmi BKPSDM;
- dipotong menjadi 2 (dua) bagian tepat pada garis putus-putusnya dan kedua
bagiannya dibawa pada saat registrasi ulang. Registrasi ulang dilaksanakan sebelum
sesi peserta masing-masing sesuai pembagian jadwal sebagaimana tercantum pada
lampiran pengumuman ini;
- kartu peserta ujian tidak perlu dilegalisir jauh hari sebelum ujian. Pemberian stempel
pada kartu ujian dan PIN peserta akan dilakukan oleh panitia di lokasi ujian
bersamaan dengan peserta melakukan registrasi ulang;

8) Peserta duduk pada tempat yang telah ditentukan;

9) Dalam rangka mengurangi sampah plastik diharapkan peserta dapat membawa tempat
minum (tumbler) pribadi yang diberi label nama masing-masing peserta untuk
menghindari kejadian tertukar antar peserta;

10)Panitia menyediakan tempat penitipan barang namun untuk mengurangi resiko
kehilangan diharapkan peserta tidak membawa barang-barang berharga;

11) Memakai pakaian yang sesuai ketentuan sebagaimana telah disampaikan melalui video
yang ditayangkan pada media sosial instagram dan facebook BKPSDM, yaitu:

- Bagi Laki-laki
 Berpakaian rapi dan sopan
 Atasan: kemeja berwarna putih polos, lengan panjang atau pendek, bukan kaos,
dimasukkan ke dalam celana dengan rapi
 Bawahan: celana panjang formal/resmi berwarna hitam polos, bukan jeans,
ukurannya disesuaikan dengan bentuk tubuh sehingga tidak memerlukan ikat
pinggang/sabuk
 Sepatu: sepatu resmi berwarna hitam atau sepatu jenis lainnya yang berwarna
hitam polos, usahakan yang nyaman untuk berjalan jauh atau beraktivitas
sehingga tidak menimbulkan resiko cedera, bisa menggunakan kaos kaki ataupun
tidak, bukan sepatu sandal, bukan sandal
- Bagi Perempuan
 Berpakaian rapi dan sopan
 Atasan: kemeja berwarna putih polos diusahakan model resmi, bukan kaos, bukan
terusan, bukan overall, bukan gamis, bukan tunik, bisa berkerah ataupun tidak.
Atasan bisa dimasukkan ke dalam rok atau celana ataupun bisa dikeluarkan.
Catatan:
khusus bagi peserta yang sedang hamil usahakan atasan yang dipakai longgar
atau nyaman dipakai, bisa model tunik, modelnya atas bawah (two pieces) bukan
terusan agar tidak menimbulkan resiko terinjak atau sulit bergerak dan
memudahkan tim kesehatan untuk memeriksa kondisi apabila peserta dimaksud
mengalami kelelahan atau membutuhkan pertolongan
 Khusus bagi perempuan berjilbab: menggunakan jilbab warna hitam polos, bros
tidak mencolok, ukuran bros kecil dan sederhana agar aman pada saat melewati
pemindaian/pengecekan tubuh menggunakan metal detector maupun manual

 Bawahan: rok atau celana berwarna hitam polos, rok panjang atau pendek di
bawah lutut agar peserta tetap nyaman pada saat ujian, bukan jeans,
bukan legging, model bebas yang penting nyaman dan resmi serta tidak
menimbulkan resiko terinjak oleh peserta lain saat beraktivitas
 Sepatu: sepatu resmi berwarna hitam atau sepatu jenis lainnya yang berwarna
hitam polos, nyaman dipakai, bisa flat shoes, bukan high heels (tinggi hak jangan
melebihi 5 cm agar tidak kesulitan berjalan dan beraktivitas serta untuk
mengurangi resiko cedera dan lecet), model tertutup, bisa menggunakan kaos
kaki ataupun tidak, bukan sepatu sandal, bukan sandal
b. Larangan bagi peserta
- Tidak diperkenankan menggunakan ikat pinggang/sabuk, peci/kopiah/iket dan
sejenisnya, topi, bando, aksesori kepala lainnya
- Tidak diperkenankan menggunakan aksesoris lainnya dan perhiasan seperti:
jam tangan/smartwatch, cincin, kalung, gelang dan lain-lain
- Tidak diperkenankan menyimpan, menyembunyikan, menyelipkan benda-benda lainnya
yang tidak diperbolehkan dan berpotensi mengganggu pelaksanaan ujian SKD, seperti:
jimat, kutipan doa-doa dan lain-lain termasuk semua barang yang mengandung unsur
logam tidak diperkenankan untuk dipakai hingga ke dalam ruangan lokasi ujian
- Dilarang membawa barang berharga dan atau menyimpannya di dalam tas
- Dilarang membawa buku atau catatan lainnya ke dalam ruangan ujian
- Dilarang membawa kalkulator, telepon genggam/handphone atau alat komunikasi
lainnya, alat rekam audio visual, kamera dalam bentuk apapun maupun alat tulis ke dalam
ruangan ujian (pensil dan kertas buram telah disediakan oleh Panitia)
- Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan ujian
- Tidak diperkenankan membawa senjata api atau senjata tajam dan sejenisnya
- Dilarang bertanya/berbicara kepada sesama peserta ujian
- Dilarang menerima/memberikan sesuatu dari/kepada peserta lain tanpa seijin Panitia
selama ujian
- Dilarang keluar ruangan, kecuali memperoleh ijin dari Panitia dan pada saat kembali dari
luar ruangan harus bersedia untuk dilakukan pengecekan/pemindaian tubuh kembali
- Dilarang menggunakan komputer/laptop selain untuk aplikasi CAT
- Tidak diperkenankan merokok dalam ruangan ujian
c. Setelah ujian
- Peserta yang telah selesai ujian dapat meninggalkan tempat ujian secara tertib sesuai
arahan petugas/panitia
- Peserta dapat melihat hasil ujian SKD melalui monitor yang disediakan maupun hasil yang
ditempel pada papan pengumuman berikut hasil ujian SKD tahun 2018 peserta P1/TL
d. Sanksi bagi peserta
- Pelanggar tata tertib poin 15 huruf a butir 11) dikenakan sanksi dikeluarkan dari ruangan
dan peserta dinyatakan gugur
- Sanksi yang diberikan bagi pelanggar tata tertib poin 15 huruf a butir 8) berupa teguran
lisan oleh Panitia sampai dibatalkan sebagai peserta ujian
- Apabila ditemukan peserta yang melanggar ketentuan atau tata tertib maka akan
dikeluarkan dari ruangan ujian, dicoret dari daftar hadir serta dinyatakan gugur SKD.
Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur kemudian dan merupakan tata
tertib tambahan yang langsung disahkan.

16. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terdiri dari 3 (tiga) materi soal, yaitu:
a. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
b. Tes Intelegensia Umum (TIU)
c. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

17. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab
peserta.

18. Setiap peserta baik yang mengikuti ujian SKD tahun 2019 maupun peserta P1/TL yang memilih
TIDAK IKUT UJIAN SKD dihimbau untuk terus memantau secara aktif perkembangan informasi
hanya melalui media informasi resmi BKPSDM sebagaimana tercantum berikut ini:
  • Website : https://bkpsdm.bandungkab.go.id
  • Instagram : bkpsdmkabbandung
  • atau dapat diakses melalui tautan:
  • https://www.instagram.com/bkpsdmkabbandung/?hl=id
  • Facebook : Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten
  • Bandung

atau dapat diakses melalui tautan: bit.ly/facebookbkpsdmkabbandung
atau: s.id/FBbkpsdmkabbandung
Call Center : 0811 209 2020 (call, SMS, whatsapp)
email : seleksicpns@bandungkab.go.id
Helpdesk

offline: Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BKPSDM) Kabupaten Bandung Gedung 2
Jln. Raya Soreang Km. 17
Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Selain media informasi yang disebutkan pada poin 18 ini, BKPSDM Kabupaten Bandung tidak
memiliki media informasi lainnya baik berupa grup whatsapp, media sosial twitter, grup telegram
dan lain-lain.

19. Seleksi Penerimaan CPNS formasi tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung
TIDAK DIPUNGUT BIAYA dan merupakan hasil kerja keras peserta itu sendiri. Setiap pelamar
seleksi CPNS formasi tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung termasuk para
orang tua dan keluarganya dihimbau untuk berhati-hati terhadap oknum atau calo yang
mengatasnamakan instansi Pemerintah Kabupaten Bandung/BKPSDM/Panselda/pegawai
instansi tertentu yang dapat menjanjikan kelulusan sebagai CPNS melalui jalur-jalur tertentu.


Demikian pengumuman ini disampaikan, untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar